Jubir KPA Wilayah Peureulak, Tgk Asnawi ketika dikonfirmasi mengaku kesal terhadap tindakan komplotan orang tak dikenal yang memberondong rumahnya. Pasca kejadian kini keluarganya trauma, termasuk istri dan tiga anaknya yang masih kecil.
“Mudah-mudahan ini kejadian yang pertama dan terakhir di Aceh Timur, ”sebutnya. Asnawi mengaku ketika itu rumah dalam kondisi kosong, sebab dirinya sedang ada kegiatan di luar Aceh Timur, sementara anak dan istrinya tidur di rumah orangtuanya.
“Rumah yang belum rampung pembangunannya itu saat malam kejadian sedang kosong. Anak dan istri tidur dirumah mertua yang berada 10 meter ke kiri rumah kami,”papar Asnawi.
Kapolres Aceh Timur AKBP Ridwan Usman melalui Kapolsek Peureulak Kota AKP Samsuar Amin saat dimintai keterangan membenarkan adanya pemberondongan yang diperkirakan dilakukan empat orang terhadap rumah Asnawi.
Bahkan, sejumlah personel dari Polsek ditambah anggota Polres juga ke lokasi melakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi. Dua Sepedamotor Bebek Menurut pengakuan sejumlah saksi di sekitar lokasi,awalnya empat orang tak dikenal bersama sepedamotor bebek Supra X 125 dan Jupiter MX dan memakai penutup wajah (sebo) mendatangi lokasi yang berjarak sekira 2 kilometer ke arah barat Polsek.
“Tak lama setelah warga setempat melintas dua unit kendaraan dari depan kios (30 meter sebelum lokasi) spontan terdengar rentetan senjata api yang diperkirakan lebih dari 20 kali.
Saat itu warga tiarap dikios. Tak lama terdengar suara rentetan senpi, kendaraan yang dikendarai pelaku kembali melaju ke arah utara dan menghilang di kegelapan malam,” kata Samsuar Amin seraya menambahkan, setelah dilaporkan ke Polsek selanjutnya polisi langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengembangan dan di lokasi polisi menemukan tiga butir peluru aktif AK-47 persisnya di luar pagar rumah Asnawi dan empat proyektil AK-47 yang tersangkut di dinding rumah.
“Kita duga pelaku menggunakan lebih satu dari pucuk senpi AK-47, karena warga mendengar suara rentetan dilokasi yang arahnya ke rumah Asnawi,” papar AKP Samsuar.
Disebutkan, di lokasi petugas mendapatkan empat lubang di pintu rumah bagian depan, satu lubang di dinding kiri dan kanan pintu depan,satu lubang di tiang beton teras rumah satu lubang yang tersangkut proyektil di dinding mushala rumah. “Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi dan akan terus dilakukan pengembangan. Tapi dugaan kita sementara ini ada kaitannya dengan pilkada,” kata AKP Samsuar Amin. (WSP/b24)
No comments:
Post a Comment